Senin, 06 November 2017

Episode 4 mesophyta

Suara alam menderu membuat telingaku gelisah. Aku berdiri di pelataran sawah. Hamparan padi menguning sejukkan suasana. Disini aku pernah duduk bareng bersama Aprilia sambil melihat bunga anggrek yang indah. Pohon jati besar berdiri kokoh tepat dibawah kami. Angin sepoi-sepoi membuat suasana semakin romantis. Sebelum lulus SMP aku sengaja mengajak Aprilia kesini.

"Pril, beneran kamu nanti ke Surabaya?" tanya aku.
"Iya, Vin."
"Jangan lupa ya sama aku."
"Iya."

Cukup jawaban "iya" yang masih teringat di dalam benakku. Waktu berjalan silih berganti. 3 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama 3 tahun itulah aku merasa ada seseorang yang menjaga. Terkadang aku sempat curiga. Bisa jadi Aprilia sudah punya pacar. Tapi, pas aku lihat profil Facebooknya, hampir tidak ada foto cowok bersamanya.

Lewat sambungan telpon aku mencoba menghubungi dia. Ternyata yang ngangkat malah budenya.

"Assalamualaikum, dengan Aprilia?"
"Maaf, Aprilia siapa?"
"Aku Kevin teman sekolahnya."
"Aprilianya tidak ada di rumah."
"Hpnya kok di tinggal?"
"Tadi ketinggalan."
"Emangnya pergi kemana bude?"
"Dia ikut tes masuk perguruan tinggi."
"Dimana, bude?"
"Di kampus UNAIR Surabaya."

Mendengar kabar tersebut, aku tertarik pingin kuliah di UNAIR. setelah aku browsing di google. Ternyata biaya kuliah di UNAIR lumayan mahal. Saat itu aku mengikuti tes tulis masuk perguruan tinggi. Aku mengambil jurusan biologi di Fakultas Sains dan Teknologi di UNAIR Surabaya. Aku berharap bisa diterima disana. Melihat saingan yang cukup berat serta kuota yang sedikit. Saat ini aku mulai mengikuti tes privat. Pagi, siang dan malam aku belajar. Gara - gara kebanyakan baca buku. Mataku terlihat sipit dan berkerut. Ini semua aku lakukan demi Aprilia. Aku berharap bisa bertemu dia disana.

Hari ini aku mengikuti tes tulis di kampus Undip Semarang. Banyak sekali peserta yang ikut tes ini. Dengan segala cara aku menjawab soal dengan sungguh-sungguh. Aku menunggu pengumuman kelulusan selama dua bulan. Selama dua bulan aku seperti orang pengangguran. Lontang Lantung kesana kemari gak ada kerjaan.

Akhirnya dua bulan berlalu dengan cepat. Selama di rumah aku gunakan untuk makan, tidur , bangun , main game dan tidur lagi. Dengan uang seribu perak aku pergi ke warnet. Aku melihat pengumuman kelulusan lewat online. Alhamdulillah aku diterima di kampus UNAIR jurusan biologi. Saat itu aku seperti mimpi. Ku panggil penjaga warnet untuk mencubitku. "Bang, sini cubitin aku!". Dengan cubitan yang keras aku merasa sangat kesakitan "Aduh....,sudah cukup, terimakasih,Bang." Ternyata benar aku tidak mimpi.

Saat itu aku sengaja tidak mengasih tahu Aprilia. Biarkan aku yang akan memberi kejutan kepadanya. Ini pertama kalinya aku hijrah ke kota Surabaya. Nyokap dan bokap sudah memberi izin dan dukungan kepadaku. Berat rasanya ninggalin keluarga di rumah. Di tengah perjalanan aku sempat meneteskan air mata. Mungkin dalam waktu yang sangat lama aku gak bisa menikmati masakan ibu lagi.

Bagiku kota Surabaya adalah kota yang sangat panas. Pertama kali menginjakkan kaki disini seperti berada di gurun sahara. Suara ocehan pedagang asongan membuat kupingku geram. Terpaksa aku sumpeli dengan headset. Saat itu aku masih bingung mencari tempat tinggal dimana.

Terlihat ada sebuah masjid yang jaraknya lumayan dekat dengan kampus UNAIR. Setelah ijin dengan ta'mir masjidnya. Aku dipersilahkan untuk menginap disini. Keesokan harinya aku langsung pergi ke kampus UNAIR untuk registrasi sebagai berikut mahasiswa baru. Sampai detik ini aku sama sekali belum bertemu dengan Aprilia. Calon mahasiswa baru yang datang banyak banget. Ada yang dari Papua, Kalimantan, Sulawesi dan ada juga yang dari Malaysia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Episode 8 mesophyta

Sekian lama aku menunggu. Puing-puing dedaunan layu di tepi jalan. Terhempas hilang bersama angin. Akankah sejarah bisa terulang kembali. Ak...