Minggu, 05 November 2017

Episode 3 mesophyta

Tak terasa sudah memasuki H-1 pelaksanaan UN. Malam ini aku males belajar. Semua soal latihan sudah aku kerjakan. Sambil dengerin musik aku melukis sketsa wajah. Tadi siang aku menemukan foto 3x4 nya Aprilia di kolong meja. Beruntung kelasnya sepi. Kalau lagi rame pasti banyak orang yang lihat.

Kupandangi foto itu dengan penuh perasaan. Foto ini sudah menyihir alam bawah sadarku. Selama ini Aprilia masih belum tahu kalau aku mencintai dirinya. Namun, apalah daya. Nasib jomblo ingusan berkacamata. Aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan hatinya.
Akhirnya gambar sketsa wajah Aprilia sudah jadi. Semalem aku nglembur hanya untuk gambar ini.

Siang ini lesnya libur. Terlihat Aprilia berjalan menuju pintu gerbang sekolah. Untung dia belum naik angkot. Ku panggil Aprilia dengan suara yang keras. "April...!" , Dia menoleh kepadaku. Tanganku melambai - lambai dari seberang jalan. Aprilia melihatku dengan tatapan mata sedikit aneh. Setelah itu Aprilia membalas dengan lambaian tangan. Terpaksa aku harus menyebrang jalan lagi untuk menemui dia.

"Ada apa, Vin?" tanya Aprilia.
" Aku mau ngasih sesuatu buat kamu." jawab aku sambil memberikan gambar sketsa wajahnya yang sudah aku bungkus dengan kertas koran.
"Apa isinya , Vin?" Aprilia mulai penasaran
"Buka di rumah saja, ya."

Selang satu menit bus angkotan sekolah datang. Aprilia memberikan senyuman manis kepadaku. Akupun membalasnya dengan senyuman sambil melambaikan tangan. "Hati - hati di jalan, Pril." ucap aku. Rasanya lega sudah bisa memberikan gambar tadi.

Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan penuh percaya diri. Hari ini aku akan bertempur melawan soal - soal UN. Terlihat teman - temanku banyak yang bergerombol. Rupanya mereka sedang mencatat kunci jawaban. Saat itu aku di tawari kunci jawaban paket soal A. "kok cuma paket A, kalau nanti bagianku dapet yang B, gimana?". aku bertanya sambil melihat-lihat kunci jawaban yang lain. "Ets, bayar dulu 10.000." dulu uang 10.000 bisa buat uang jajan selama seminggu. " Ogah, lebih baik aku jujur, kunci jawaban itu belum semestinya benar!" ucap aku sedikit emosi.

Akhirnya soal UN bahasa Indonesia sudah aku kerjakan semua. Enaknya kalau ada ujian gini, pulang sekolahnya bisa lebih cepat. Perutku mulai keroncongan. Aku harus pergi ke kantin untuk mencari makan. Tak sengaja ditengah jalan aku berpapasan dengan Aprilia. "Mau kemana, Pril?" tanya aku. "Ke kantin." jawab Aprilia. "Wah, kebetulan. aku juga mau kesana." Sambil jalan berdua, aku menanyakan gambar sketsa kemarin.

"Kemarin sudah kamu buka?"
"Sudah, Vin. Tapi yang pertama kali membuka ibuku."
"Aduh, sial!. digambar itu ada tulisan namaku." ucap aku dalam hati.
"Ada apa,Vin?" Aprilia melihatku sedikit penasaran.
"Gambarnya bagus gak?"
"Bagus, sih. Tapi, sayang. kemarin kena tetesan air hujan, jadi gambarnya agak lecek gitu."
"Ouh, gitu ya?" Dalam hati sedikit nyengsek.
"Vin, kayaknya aku langsung pulang. Takut ditinggal sama teman-teman."
"Iya, hati-hati di jalan."

Sebenarnya aku pingin nraktir dia makan. Tapi, apalah daya. Aku gak bisa memaksa jalan pikirannya. Terkadang Aprilia itu orangnya ngeselin juga. Udah capek-capek jalan ke kantin. Eh, gak taunya malah pingin pulang. Terpaksa aku makan sendirian di kantin sambil melihat pemandangan hamparan sawah yang indah.

Kalau ceritanya kayak gini. Lama-lama capek juga kalau berurusan sama cewek. Hobi main tenis meja sedikit berkurang gara-gara mikirin cewek. Untuk saat ini aku jarang berkomunikasi dengan Aprilia lagi. Buktinya, gambar yang aku berikan tidak di jaga dengan baik. Mungkin, dia tidak suka atau mungkin dia mau membuangnya ke tempat sampah, tapi dia malu mengatakannya secara langsung.

Tak seperti hari - hari biasanya. Rasa percaya diriku sedikit berkurang. Mungkin cewek selevel dia gak cocok sama aku. Apalagi dia anaknya Bu guru. Kalau aku cuma anaknya petani desa. Terkadang aku harus mengaca terhadap diriku sendiri. Ternyata masih banyak kekurangan yang aku miliki. Aku berharap suatu saat nanti bisa kuliah di Universitas terbaik yang ada di negara ini. Akan ku buktikan bahwa aku mampu bersaing dengan mereka.

Buat apa nilai UN tinggi kalau selama ini mereka hanya bisa menyontek kunci jawaban. Walaupun nilai UN ku paling rendah. Tapi, aku bangga bisa mengerjakan dengan jujur. Setelah UN rencana aku mau meneruskan di SMA paling favorit. Kebetulan sekolah ini membuka jalur tes tulis. Alhamdulillah aku bisa diterima di SMA Negeri 1 Demak. Sekolah ini sudah memiliki standar Nasional dan sudah menjadi RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) itu dulu, sekarang sudah di hapus program itu.

Semenjak lulus SMP, aku jarang sekali berkomunikasi dengan Aprilia. Terdengar kabar dia pindah ke Surabaya ikut dengan budenya. Tiga tahun adalah waktu yang sangat lama bagiku. Selama tiga tahun itu aku sama sekali tidak pernah pacaran. Tak ada wanita lain secantik Aprilia. Hatiku sudah terpatri hanya untuk dirinya.

Dunia seolah dalam genggaman, ketika Facebook mulai merajalela waktu itu. Akupun membuat akun Facebook baru. Aku kasih nama "Julio Kevin Imoet Abiezt". Maklum, dulu masih bergelut di zaman alay. Sekarang yang kayak begituan udah insyaf. Aku mencari nama Aprilia lewat Facebook. Ketemunya malah cewek Papua. Aku nyari lagi lebih serius, ketemunya malah tante - tante. Aku cari lagi sampai ketemu tapi tidak ketemu juga. Pada akhirnya aku ingat satu nama unik yang pernah dia katakan waktu SMP dulu. Aku cari lagi dengan menambahkan nama "Sri" dibelakangnya. "Aprilia Sri Wahyuni". Ternyata benar ini bisa berhasil. Akupun mendapatkan akun facebooknya. Saat itu juga aku langsung menambahkan pertemanan dengannya. Selang satu hari dia menerima permintaan temanku. Dia inbox aku seperti ini. "Ini Kevin siapa ya?" tanya Aprilia. Aku menjawab, "Ini Kevin teman SMP dulu.", "Ouh, yang dulu pernah jadi Abang tukang bakso itu,kan?" , Waduh, kayaknya Aprilia sudah amnesia. Saat itu aku jelasin lebih detail lagi. "Bukan,Pril. Ini Kevin yang duduknya tepat di belakangmu!". Selama seminggu belum ada balasan darinya. Gak tau kenapa dia tiba - tiba menghilang begitu saja.

Terlihat foto di Facebooknya dia sedang berada di kebun binatang. Wajahnya tampak sedikit berubah. Pipinya yang dulu kurus. Sekarang sedikit tembem. Hidungnya semakin tirua. Rambutnya yang bergelombang, sekarang sudah lurus. Tak terasa dia sidab menjadi cewek dewasa. Dulu dia itu orangnya cupu banget. Aku lihat dari penampilanya. Kayaknya dia sudah berubah luar dan dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Episode 8 mesophyta

Sekian lama aku menunggu. Puing-puing dedaunan layu di tepi jalan. Terhempas hilang bersama angin. Akankah sejarah bisa terulang kembali. Ak...