Selasa, 13 Juni 2017

Selimut Malaikat

Setiap detik menegangkan tenggelam dalam kerinduan. Nestapa berseri bersama angin malam.Terhempas denyut nadi mengalir bersama sang surya. Senyum manismu sembuhkan luka hatiku. Sudah lama kita tidak bertemu, hingga akhirnya berjumpa dan lepas berlalu. Ini bukan sebuah janji tapi semua ini hanya mimpi. Bukan aku tak sengaja datang berjumpa , namun takdir yang menemukan kisah cinta kita berdua. Kesucian cinta ini akan aku pertahankan demi kekasih pujaan hatiku . Mahligai cinta berseri , sayup-sayup pandangan mata mulai buram. Waktu berputar tak ada lagi kesempatan. Bayang-bayang semu semakin tak terlihat. Mungkin ini hanya angan-anganku semata.

Kemana engkau akan pergi, ketika sang badai menemaniku disini. Bersama pahitnya hidup yang semakin menggigit. Terbelalak mataku melihat sinar rembulan. Anganku terlalu panjang semua terjadi sia-sia. Yang ada hanya rasa iba , datang menghantui perasaan hatiku. Rasa rindu semakin berat. Perang batin antara nafsu dan akal sudah berlalu. yang tersisa hanyalah kepingan hati yang sudah lama terluka. Terakhir kali aku melihatmu, bersandar di bawah pohon sambil melihat awan biru. Wajahmu nampak elok seindah bunga mawar. Matamu terpejam berharap aku datang disisi mu. Namun semua ini sudah berlalu. Kesendirianmu bukanlah akhir dari rasa cinta. Walau aku telah tiada, namun sisi kepingan hati masih terpendam di dalam lubuk hatimu. Semoga adinda mengerti tentang semua perasaanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Episode 8 mesophyta

Sekian lama aku menunggu. Puing-puing dedaunan layu di tepi jalan. Terhempas hilang bersama angin. Akankah sejarah bisa terulang kembali. Ak...